Bahlil Lahadalia Ditunjuk Ketua Harian Dewan Energi Nasional
Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mendapat amanah baru dari Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026‑2030. Pelantikan jabatan strategis ini dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat arah kebijakan energi nasional.
Penetapan Bahlil sebagai Ketua Harian DEN didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 134/P Tahun 2025 tentang pengangkatan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan dan Keppres 6/P Tahun 2026 tentang pengangkatan keanggotaan dari unsur pemerintah. Dalam struktur lembaga tersebut, Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua DEN. Sementara Bahlil memegang peran harian yang lebih operasional dalam merumuskan dan mengkoordinasikan kebijakan energi.
Dalam kesempatan usai pelantikan, Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penunjukan ketua harian dan anggota DEN langsung oleh presiden mencerminkan prioritas tinggi pemerintah terhadap sektor energi. Target utama pemerintah adalah mencapai swasembada energi nasional. Menyusul keberhasilan swasembada pangan yang telah diraih sebelumnya.
Struktur anggota DEN melibatkan tujuh menteri dari unsur pemerintah. Termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, hingga Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol. Selain itu, DEN juga melibatkan delapan tokoh dari kalangan profesional, akademisi, dan masyarakat sebagai representasi pemangku kepentingan di sektor energi.
Bahlil menyatakan komitmennya untuk mendukung visi Presiden dalam mewujudkan kedaulatan, ketahanan, dan kemandirian energi. Sekaligus menegaskan bahwa itu akan menjadi fokus utama lembaga di bawah kepemimpinannya. Ia menekankan arah kebijakan energi akan lebih terarah, termasuk upaya mencapai ketahanan energi tanpa intervensi pihak luar.
Rencana ke depan, Dewan Energi Nasional akan segera menggelar rapat perdana dan melaporkan hasil sidang pertama kepada Presiden untuk menindaklanjuti program kerja strategis. Bahlil juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan lintas sektor agar upaya transformasi energi nasional berjalan efektif.
Dengan jabatan barunya, Bahlil diharapkan menjadi motor penggerak dalam kebijakan energi yang lebih komprehensif, mengintegrasikan aspek fiskal, industri, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan demi masa depan energi Indonesia yang mandiri.