Rabu, 12 Agustus 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Irama KitaIrama Kita
Irama Kita - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Kesehatan › Kemenkes Jelaskan Risiko Suara Keras dari Earphone
Kesehatan

Kemenkes Jelaskan Risiko Suara Keras dari Earphone

Bahaya Kelamaan Pakai Earphone Menurut Kemenkes RI Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan bahwa penggunaan earphone atau headset dalam waktu lama

Kemenkes Jelaskan Risiko Suara Keras dari Earphone

Bahaya Kelamaan Pakai Earphone Menurut Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan bahwa penggunaan earphone atau headset dalam waktu lama berpotensi merusak fungsi pendengaran jika dilakukan secara terus-menerus, khususnya dengan volume tinggi. Kebiasaan ini dapat membuat telinga terus beradaptasi terhadap suara yang keras, lalu menimbulkan gangguan pendengaran dalam jangka panjang.

Menurut Kemenkes, masalah muncul ketika seseorang menaikkan volume suara karena suara terdengar kurang jelas saat earphone dipasang dalam saluran telinga. Kondisi ini memaksa telinga untuk menyesuaikan intensitas suara, yang lama-kelamaan bisa menyebabkan gangguan pendengaran permanen.


Kenapa Earphone Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Penggunaan earphone membawa suara langsung ke telinga tanpa ada penyangga atau penyebaran suara seperti pada speaker biasa. Paparan suara keras dalam durasi panjang dapat merusak sel-sel rambut halus di koklea, struktur penting di telinga bagian dalam yang berperan dalam menerjemahkan suara menjadi sinyal saraf. Kerusakan pada sel-sel ini biasanya tidak dapat diperbaiki.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan suara di atas 85 desibel (dB) lebih dari waktu tertentu bisa meningkatkan risiko gangguan pendengaran. Hal ini karena sel-sel rambut koklea berhenti berfungsi akibat stres suara yang berkepanjangan.


Tanda-Tanda Gangguan Pendengaran yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala awal yang bisa muncul akibat paparan suara berlebihan melalui earphone antara lain:

  • Dering atau dengungan di telinga (tinnitus)

  • Sulit menangkap suara bernada tinggi

  • Perlu meningkatkan volume speaker/earphone dari biasanya

  • Sensasi telinga penuh atau tidak nyaman setelah mendengarkan suara keras

Gejala-gejala ini perlu mendapatkan perhatian, karena jika dibiarkan, gangguan pendengaran bisa semakin memburuk bahkan menjadi permanen.

Baca Juga: PKS Sentil Gubernur Kaltim soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Soroti Empati di Tengah Kondisi Ekonomi


Tips Mencegah Kerusakan Pendengaran Saat Pakai Earphone

Agar tetap bisa menikmati audio tanpa risiko kesehatan, Kemenkes dan para ahli kesehatan merekomendasikan beberapa langkah pencegahan berikut:

 1. Batasi Volume

Jaga volume earphone di bawah 60% dari kapasitas maksimal perangkat. Ini membantu mengurangi paparan suara yang terlalu kuat.

⏱️ 2. Batas Durasi

Gunakan earphone paling lama 60 menit, kemudian beri jeda sekitar 10–15 menit agar telinga bisa “beristirahat”.

 3. Gunakan Headset Berkualitas

Pilih perangkat dengan noise cancellation supaya kamu tidak perlu menaikkan volume untuk menenggelamkan suara luar.

 4. Periksa Telinga Secara Rutin

Lakukan pemeriksaan pendengaran setiap beberapa bulan atau jika mulai merasakan gejala tidak biasa.


Peran Edukasi dan Kesadaran

Kemenkes menekankan pentingnya edukasi tentang penggunaan perangkat audio yang aman, terutama pada generasi muda yang sering menggunakan earphone untuk mendengarkan musik, menonton video, atau mengikuti pertemuan daring. Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan telinga membantu mencegah gangguan pendengaran jangka panjang.

Dengan menerapkan prinsip pendengaran yang aman, bukan hanya kualitas hidup yang terjaga, tetapi risiko gangguan pendengaran di masa depan juga dapat diminimalkan.

Tags: Gangguan Pendengaran Penggunaan Earphone