Rabu, 12 Agustus 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Irama KitaIrama Kita
Irama Kita - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Kenali Gejala GERD Menurut Ahli: Bukan Sekadar Pen...

Kenali Gejala GERD Menurut Ahli: Bukan Sekadar Penyakit Asam Lambung Biasa

Ramai Dibahas Netizen, Kenali Gejala GERD Menurut Ahli Internis Belakangan ini, topik mengenai Gastroesophageal Reflux Disease atau yang populer disebut GERD menjadi

Kenali Gejala GERD Menurut Ahli: Bukan Sekadar Penyakit Asam Lambung Biasa

Ramai Dibahas Netizen, Kenali Gejala GERD Menurut Ahli Internis

Belakangan ini, topik mengenai Gastroesophageal Reflux Disease atau yang populer disebut GERD menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Banyak netizen yang berbagi pengalaman tentang betapa tidak nyamannya kondisi ini, bahkan ada yang mengaitkannya dengan ketakutan akan kematian mendadak. Namun, apa sebenarnya yang dirasakan penderita GERD menurut kacamata medis?

Apa Itu GERD?

Menurut dokter spesialis penyakit dalam (internis), GERD terjadi ketika katup atau otot sfingter di bagian bawah kerongkongan melemah. Fungsinya yang seharusnya menjadi pintu satu arah untuk makanan masuk ke lambung justru menjadi longgar, sehingga asam lambung dan sisa makanan bisa naik kembali (refluks) ke kerongkongan. Cairan lambung yang bersifat sangat asam ini kemudian mengiritasi dinding kerongkongan dan menimbulkan berbagai gejala fisik.

Gejala Khas GERD yang Perlu Diwaspadai

Seorang dokter internis menjelaskan bahwa gejala GERD bisa sangat bervariasi, namun ada beberapa tanda yang paling sering dikeluhkan pasien:

  1. Heartburn (Sensasi Terbakar): Rasa panas atau terbakar di dada yang biasanya menjalar dari ulu hati hingga ke leher. Sensasi ini sering muncul setelah makan atau saat berbaring.

  2. Regurgitasi: Perasaan ada cairan asam atau sisa makanan yang naik ke kerongkongan, sehingga mulut terasa pahit atau asam.

  3. Gangguan Tenggorokan: Penderita sering merasa ada benjolan di tenggorokan (globus sensation), suara serak, hingga batuk kronis yang tak kunjung sembuh.

  4. Nyeri Dada: Gejala ini sering membuat pasien panik karena kemiripannya dengan serangan jantung. Meski begitu, dokter menekankan pentingnya pemeriksaan medis untuk membedakan nyeri dada akibat asam lambung dengan masalah jantung.

Hubungan GERD dan Kesehatan Mental

Satu hal menarik yang sering diungkapkan oleh para ahli adalah kaitan antara GERD dengan stres atau kecemasan. Kondisi psikologis yang tidak stabil dapat memperburuk produksi asam lambung dan melemahkan fungsi sfingter. Hubungan ini sering disebut sebagai gut-brain axis, di mana pikiran yang stres dapat memicu masalah pencernaan, dan sebaliknya, ketidaknyamanan pencernaan yang kronis bisa memicu kecemasan.

Tips Penanganan Mandiri

Untuk mencegah gejala semakin parah, dokter menyarankan beberapa perubahan gaya hidup sederhana:

  • Hindari langsung berbaring setelah makan (tunggu minimal 2-3 jam).

  • Kurangi konsumsi makanan pemicu seperti makanan pedas, asam, lemak tinggi, serta kafein.

  • Kelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi atau olahraga ringan.

  • Makan dalam porsi kecil namun sering untuk mengurangi beban pada lambung.

Meskipun GERD jarang menyebabkan kematian secara langsung, komplikasi yang tidak tertangani dapat merusak kualitas hidup dan menyebabkan peradangan serius pada kerongkongan. Oleh karena itu, berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam adalah langkah terbaik jika gejala muncul lebih dari dua kali dalam seminggu.

Baca Juga: pantophilepanic.com