Rabu, 12 Agustus 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Irama KitaIrama Kita
Irama Kita - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Pendidikan › Menbud Usul Pendidikan Nasionalisme bagi Penerima ...
Pendidikan

Menbud Usul Pendidikan Nasionalisme bagi Penerima LPDP

Menbud Fadli Zon Usul Beasiswa LPDP Diprioritaskan untuk Mahasiswa Kurang Mampu Menbud Akui Pernah Jadi Pemburu Beasiswa Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan

Menbud Usul Pendidikan Nasionalisme bagi Penerima LPDP

Menbud Fadli Zon Usul Beasiswa LPDP Diprioritaskan untuk Mahasiswa Kurang Mampu

Menbud Akui Pernah Jadi Pemburu Beasiswa

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi “pemburu beasiswa” saat masih menempuh pendidikan. Ia mengatakan beasiswa memiliki peran penting dalam membantu orang yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan.

Fadli menceritakan bahwa dirinya berasal dari keluarga yang menghadapi kesulitan setelah ayahnya meninggal dunia. Dalam kondisi tersebut, pendidikan tetap menjadi prioritas karena orang tuanya sangat memperhatikan masa depan anak-anaknya.

Saat masih duduk di bangku SMA kelas tiga, ia bahkan berhasil memperoleh beasiswa program pertukaran pelajar American Field Service (AFS). Pengalaman tersebut membuatnya memahami betapa pentingnya bantuan pendidikan bagi pelajar yang memiliki kemampuan tetapi terbatas secara ekonomi.

Karena itu, ia menilai sistem beasiswa negara seharusnya lebih memprioritaskan kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

LPDP Sebaiknya untuk yang Tidak Mampu tapi Berprestasi

Fadli Zon menilai bahwa prinsip utama beasiswa adalah memberikan kesempatan kepada orang yang tidak mampu secara ekonomi tetapi memiliki potensi besar untuk berkembang.

Menurutnya, dana beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berasal dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat. Oleh sebab itu, program tersebut harus dikelola secara adil dan tepat sasaran.

Ia menyatakan bahwa prioritas penerima beasiswa sebaiknya diberikan kepada mereka yang membutuhkan bantuan finansial untuk melanjutkan pendidikan, bukan kepada mereka yang sebenarnya mampu membiayai studi sendiri.

Pendapat ini disampaikan dalam konteks diskusi publik mengenai penggunaan dana pendidikan negara.

Soroti Kasus Viral Penerima LPDP

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menyinggung polemik yang sempat viral di media sosial terkait seorang penerima LPDP.

Kasus tersebut memicu perdebatan karena adanya pernyataan kontroversial mengenai status kewarganegaraan anak penerima beasiswa. Fadli menilai bahwa penerima beasiswa negara seharusnya memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa.

Menurutnya, seseorang yang dibiayai oleh negara melalui pajak rakyat seharusnya memiliki kesadaran untuk memberikan kontribusi kembali kepada Indonesia.

Baca Juga: Yamaha Segarkan XSR 155, Kini Hadir dengan Warna Baru Metallic Black

Usulkan Pendidikan Nasionalisme bagi Awardee

Selain memprioritaskan mahasiswa kurang mampu, Fadli juga mengusulkan agar penerima beasiswa LPDP mendapatkan pelatihan khusus terkait nasionalisme.

Ia menilai pendidikan kebangsaan penting agar para penerima beasiswa memiliki komitmen untuk kembali dan berkontribusi bagi negara setelah menyelesaikan studi.

Beberapa negara bahkan memiliki program wajib militer atau pendidikan kebangsaan yang kuat untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi mudanya.

Menurut Fadli, pendekatan serupa dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari penguatan karakter penerima beasiswa LPDP di masa depan.

Pentingnya Ekosistem bagi Alumni Beasiswa

Meski menekankan kewajiban kontribusi, Fadli juga mengingatkan bahwa pemerintah perlu menyiapkan ekosistem yang mendukung para alumni LPDP.

Ia menilai lulusan beasiswa luar negeri harus memiliki ruang untuk berkarya dan berkontribusi ketika kembali ke Indonesia.

Dengan ekosistem yang baik, para awardee tidak hanya pulang ke tanah air, tetapi juga dapat memberikan dampak nyata dalam pembangunan bangsa.

Tags: Beasiswa LPDP Fadli Zon

Baca Juga: the-earchives.com